Marketing ala Nabi Muhammad SAW

Marketing dalam bisnis adalah sebuah konsep yang dimunculkan untuk menghasilkan sebuah penjualan atau lebih jauh diharapkan dapat mendatangkan keuntungan untuk perusahaan atau individu.

Banyak sekali konsep-konsep marketing dibuat seiring denga kemajuan jaman. Semakin tinggi persaingan maka akan semakin sulit untuk melakukan penjualan, semakin sulitnya penjualan maka akan semakin banyak konsep-konsep marketing untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ada kalanya yang “menyerah” dan beralih ke bidang lain, tetapi tidak sedikit pula untuk mencapai tujuan mereka mendobrak etika dalam berbisnis.

Etika adalah sebuah peraturan sosial yang tidak tertulis namun secara tidak langsung langsung disepakati dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dalam kontek sosial, sehingga bila etika dilanggar maka hukuman yang timbul juga akan bersifat sosial seperti dijauhi atau diacuhkan dan yang paling berat adalah dimasukkan dalam daftar hitam oleh masyarakat.

Setiap masyarakat mempuyai etika yang berbeda sesuai bidangnya termasuk dalam berbisnis. Pada dasarnya etika dalam berbisnis secara keseluruhan mempunyai  2 poin utama yaitu tidak menipu atau mengelabui dan tidak melanggar nilai-nilai kesopanan dalam masyarakat.

Marketing digunakan untuk mendapatkan uang, sehingga kadangkala etika tidak lagi dipergunakan dalam berbisnis. Saling menjatuhkan, saling menjilat, saling menginjak hingga melakukan kebohongan seakan-akan disahkan dalam suatu strategi marketing.

Kecap tidak ada nomor dua, semuanya no 1.  Komunikasi dalam promosi yang membesar-besarkan produk secara berlebihan yang sebenarnay tidak mencerminkan keadaan produk sebenarnya, sehingga menipu konsumen seringkali kita jumpai dalam segala bidang. Pergesaran pola pemasaran dari pola tradisional ke modern semakin mengecilkan etika dalam berbisnis.

Lalu bagaimana untuk menjalankan bisnis? apakah tidak perlu  marketing?….tetapi yang perlu diingat pada dasarnya kita akan selalu melakukan marketing dalam setiap apa yang kita lakukan….!!

Apa yang kita butuhkan? yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis adalah ilmu dan konsep marketing yang jujur. Kenapa harus jujur?

Perusahaan tentunya ingin mendapatkan hasil yang maksimal denga berdasarkan kekuatan loyalitas dari konsumennya. Karena pelanggan yang setia akan selalu menggunakan produknya  Kesetiaan tercipta  dari kepercayaan dan kepercayaan lahir dari hubungan yang baik yang didasari oleh sikap saling percaya. Saling percaya akan terbentuk apabila keduabelah pihak sama-sama jujur.

Kembali kepada marketing yang jujur, sejauh ini di dunia ada satu manusia yang paling jujur dan paling dipercaya (al-amin) yaitu Nabi Muhammad SAW yang kebeteulan beliau bukan hanya  seorang nabi tetapi sebelum mendapat gelar kenabiannya beliau adalah seorang pengusaha.

Apa yang telah beliau laksanakan dalam berdagang, sangatlah menarik untuk diperhatikan terlepas dari kapasitasnya sebagai seorang Nabi utusan Allah SWT, tetapi sebagai seorang pedagang.

Marketing Muhammada adalah marketing yang dilakukan oleh Muhammad pada abad ke 7, dimana beliau menempatkan sikap jujur , ikhlas, Profesionalisme, Silahturahmi dan Murah hati  sebagai lima rumusan konsep dalam berdagang yang dilakukan oleh beliau

Kejujuran yang diikuti konsep ikhlas akan membentuk seorang marketer atau sebuah perusahaan tidak lagi emmandang materi sebagai tujuan utama. Tetapi lebih terbuka kepada keberhasilan/keuntungan baik secara materi maupun non materi bahkan terhadap suatu kegagalan.

Kedua konsep tersebut dibingkai oleh sikap Profesionalisme sehinga sorang marketer/perusahaan akan memaksimalkan suatu pekerjaan atau dalam menghadapi masalah, tidak mudah menyerah maupun menjadi pengecut bila mendapatkan resiko.

Silahturahmi, adalah konsep keempat yang menjembati antar manusia dengan manusia baik   bukan saja antar penjual dan pendagang bahkan dengan kompetitor sekalipun.

Konsep terakhir adalah konsep Murah hati, konsep ini menjadikan contoh dari Muhammad dalam menjual dan membeli sehingga akan menimbulkan respect to people sehingga akan melanggengkan setiap usaha yang akan kita lakukan.

Sudahkan anda menjalankan 5 konsep marketing ala nabi Muhammad SAW hari ini…….?

 

disadur dari Marketing Muhammad : Strategi Bisnis Nabi Muhammad dalam memenangkan Persaingan Pasar; Thorik Gunara dkk, 2006

Explore posts in the same categories: Motivation

One Comment pada “Marketing ala Nabi Muhammad SAW”

  1. SATYA Says:

    Memang junjungan Nabi besar kita sudah menjalankan sejak masa beliau berdagang….ilmu yang ada sekarang adalah pengembangan di masa lalu hanya saja kadangkala tujuannnya sama proses nya berbeda bahkan cederung tidak halal.
    Mulai sekarang kita semua mengarah apa yang telah diajarkan oleh Nabi Besar Kita Muhammmad SAW….sudahkan menjadi pedoman di hari ini?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: